Meningkatkan UMKM Melalui Program Go Online

Dalam roda perekonomian di Indonesia, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar.dari data yang dirilis oleh Kementerian Koperasi dan UMKM pada tahun 2014-2016 ada lebih dari 57 Juta unit UMKM yang tersebar diseluruh Indonesia dan pada tahun 2017 jumlahnya terus bertambah menjadi 59 Juta unit. Di tahun 2016, Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa UMKM yang memiliki daya tahan tinggi akan mampu menopang perekonomian negara, bahkan saat terjadi krisis global. Jokowi sangat berharap UMKM menjadi garda terdepan dalam membangun ekonomi rakyat, pada saat menerima para pelaku UMKM di Istana Merdeka.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Kominfo berkomitmen untuk mengonlinekan 8 Juta UMKM sampai tahun 2020. Dengan mengikuti gerakan pengonlinean ini, para UMKM akan mendapatkan peluang untuk distribusi Kredit Usaha Kecil (KUR) terbesar dalam 1 x 24 jam, Inkorporasi RKB, transformasi inklusi finansial, serta kesempatan membuat NPWP serentak untuk seluruh pelaku UMKM yang akan dionlinekan.

Ketua DPR Bambang Soesatyo

 

Disisi Legislatif, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong pemerintah segera melakukan Sosialisasi secara besar-besaran pada program tersebut. Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM diberbagai daerah terutama dipelosok yang belum tersentuh digitalisasi. “Sosialisasi program hendaknya intensif, utamanya tentang rencana, target dan tahapan-tahapan Go Online UMKM. Dan, karena pelaku UMKM bertebaran dibanyak daerah, Komenkop UKM dan Kominfo tentu harus bekerja sama dengan semua pemerintah daerah,”ujar Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/4/2018).

Dari hasil riset Mckinsey Institute, Bamsoet sapaan Ketua DPR tersebut mengatakan, hingga akhir 2017 terdapat 59.9 Juta unit bisnis UMKM di Indonesia. Namun, dari Jumlah itu baru 3.97 Juta unit UMKM yang saat ini sudah memamfaatkan ranah digital. Menurutnya, data itu juga menjelaskan banyak aspek. Misalnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum punya akses untuk mencari informasi tentang permintaan atau kebutuhan pasar baik didalam negeri maupun pasar ekspor. Selain itu, ada beberapa indikator yang nyata-nyata menunjukan keterlambatan para pelaku UMKM Indonesia untuk beradaptasi dengan era digitalisasi. “yang paling utama adalah belum meratandya jaringan internet diseluruh wilayah tanah air,” sambutnya. Bamsoet menyebut, kalau para pelaku UMKM dikawasan Tengah dan Timur Indonesia mendapatkan akses untuk memasarkan dan mempromosikan produknya dengan jaringan internet, diyakini bahwa kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional akan semakin signifikan.”bahkan, jumlaj pelaku UMKM pun dipastikan akan terus bertambah,” tambahnya.

Related News

Comment (0)

Comment as: