•   Thursday, 13 Dec, 2018
  • Contact

Hal Positif dari Garuda Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air

Jakarta - Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas, Alfred Nainggolan, mengatakan kerja sama operasi Citilink dengan Sriwijaya Air Group akan berdampak positif pada saham milik Garuda Indonesia Group, induk Citilink. Alfred mengatakan kerja sama ini akan sangat bergantung pada bagaimana kedua maskapai bersinergi.

Segmen kedua maskapai sama. Dari segi operasional, karena sama, seharusnya ada efisiensi yang bisa diciptakan. "Tentu akan ada nilai tambah bagi Garuda. Kalau tak ada alasan ekonomi, ia tak akan melakukan ini," kata Alfred, Rabu, 14 November 2018.

Rabu kemarin, Garuda Indonesia Group, melalui anak usaha PT Citilink Indonesia, mengambil alih pengelolaan operasional PT Sriwijaya Air dan NAM Air. Keseluruhan operasional Sriwijaya Group, termasuk finansial, akan berada di bawah pengelolaan KSO tersebut.

Menurut Alfred, penerbangan berbiaya murah (LCC), paling dominan dan sifatnya retail serta perlu penguasaan pangsa pasar. Dengan kerja sama ini, otomatis dengan market share semakin besar, dari segi economic upscale juga akan didapatkan. "Share dan marketnya akan lebih besar.”

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Askhara menjelaskan bahwa kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan. Selain itu, KSO ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen-komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang diantaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group.

Menurut Ari, kerja sama dapat memberikan dampak positif bagi Citilink Indonesia sehingga dapat mensinergikan dan memperluas segmen market, network, kapasitas, dan kapabilitasnya. "Serta bisa mempercepat restrukturisasi penyelesaian kewajiban Sriwijaya Group pada salah satu anak perusahaan Garuda Indonesia," ujarnya.

Langkah strategis ini diambil sehingga secara langsung membantu sinergi Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group dalam mengelola pangsa pasar penumpang angkutan udara hingga 51 persen

Sumber : Tempo

Related News

Comment (0)

Comment as: